Literasi Numerasi Telah Dirintis Sejak Tahun 2000

Jauh sebelum isu literasi numerasi muncul pada tahun 2017, saya telah merintis gerakan literasi numerasi di Bandung. Tahun 2020 ini tema literasi numerasi muncul kembali berkat ide Mas Mendikbud yang akan fokus ke kompetensi dasar: literasi dan numerasi.

Pada tahun 2000an saya menyelenggarakan beragam seminar, pelatihan, dan workshop di Bandung. Dengan semangat membara sebagai seorang sarjana yang baru lulus dari ITB saya mencoba melakukan inovasi bidang literasi numerasi. Sambutan masyarakat luas bagus. Tentu ada saja tantangan kesulitan di sana sini. Itu menambah semangat kami.

Berbagai macam modul literasi dan numerasi saya kumpulkan menjadi sebuah buku Kecerdasan Quantum: Melejitkan IQ, EQ, dan SQ.

Membaca cepat adalah salah satu skill yang kami latih bersama. Para peserta program literasi numerasi berhasil meningkatkan kemampuan membaca sampai 5 kali lebih cepat. Sebagai bonus peserta menjadi lebih suka membaca buku. Beragam buku. Bonusnya lagi, mereka tidak hanya cepat dalam membaca tetapi juga lebih paham.

Menulis kreatif adalah skill lanjutan. Banyak orang tidak percaya bahwa mereka bisa menulis. Bagian ini benar-benar mengagumkan. Tulisan-tulisan kreatif dari orang-orang “biasa” sungguh penuh inspirasi.

Menghafal Super Memori. Awalnya saya agak ragu dengan skill menghafal. Tapi kita bisa mengembangkan cara yang kreatif untuk menghafal cepat. Proses menghafal dan mengingat adalah kegiatan yang mengaktifkan seluruh otak kita. Hasil skill menghafal ini mudah kita ukur. Misal berhasil menghafal nama 100 tokoh urut tanpa tertukar. Tetapi bonus menghafal lebih penting: menjadikan peserta lebih kreatif.

Berhitung cepat asyik merupakan skill tiada habis untuk kita kembangkan. Peserta menjadi percaya diri dengan menguasai numerasi tingkat tinggi. Proses belajar numerasi pun dalam suasana yang asyik. Seperti sering saya ceritakan, program numerasi ini, pada akhirnya melahirkan program APIQ dan saya sendiri dikenal masyarakat sebagai Paman APIQ.

Mari kita ikut serta meningkatkan literasi numerasi masyarakat luas. Bagaimana menurut Anda?

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s