Rahasia Meraih Rejeki Kedua dan Ketiga

Mendapat rejeki pertama saja kita sudah senang. Apalagi kita berhasil meraih rejeki kedua dan ketiga pasti lebih bersyukur lagi. Bagaimana cara meraih rejeki kedua dan ketiga? Berikut kita akan mendiskusikannya.

Sementara rejeki pertama sudah saya bahas pada tulisan sebelumnya. Jenis rejeki pertama adalah rejeki paling penting yaitu rejeki yang terjamin. Lebih lengkap silakan merujuk ke tulisan saya sebelumnya: Rahasia Sukses Meraih Tiga Macam Rejeki..

Selanjutnya kita akan membahas jenis rejeki kedua dan ketiga.

2. Rejeki yang mengalir karena profesi

Mudah bagi kita memahami bahwa rejeki mengalir sesuai profesi masing-masing orang. Barangkali ada di antara Anda meraih rejekinya dengan profesi sebagai tukang, sopir, pekerja, pegawai, dokter, dan lain sebagainya. Agar rejeki Anda meningkat sesuai profesi apa yang harus Anda lakukan? Apakah harus menambah jam kerja? Ataukah harus menuntut kenaikan honor? Ada cara lain yang lebih cerdik!

Menambah jam kerja adalah pilihan yang salah. Awalnya menambah jam kerja memang menambah penghasilan Anda. Tapi dalam jangka panjang penambahan jam kerja justru dapat menjatuhkan kinerja Anda. Jadi, lembur hanya boleh Anda lakukan sesekali. Lembur rutin justru akan menambah beban diri Anda.

Menuntut kenaikan honor tampak masuk akal tapi sering merugikan banyak pihak lain. Awalnya seperti menguntungkan, lagi-lagi dapat merugikan secara sistem dalam jangka panjang.

Cara paling cerdik adalah gunakan hukum Pareto untuk meningkatkan kinerja Anda yang pada gilirannya menaikkan penghasilan Anda.

Pareto menyatakan 20% kerja Anda menghasilkan 80% honor dan 80% kerja Anda menghasilkan 20% honor.

Baik, untuk memudahkan misalkan Anda kerja 10 jam dan menghasilkan 100 poin. Maka kerja Anda yang 10 jam tersebut pasti tidak linier, tidak merata, dan tidak seragam. Bila kita teliti lebih mendalam maka ada 2 jam dalam kerja Anda yang menghasilkan 80 poin. Sedangkan 8 jam lainnya hanya menghasilkan 2o poin. Sudah jelas bagi Anda bahwa tugas Anda tinggal melipatgandakan 2 jam paling produktif menjadi 4 jam maka hasil Anda menjadi 2 x 80 poin = 160 poin.

Anda hanya bekerja 4 jam tetapi penghasilan naik 160 poin dibanding hanya 100 poin meski kerja 10 jam. Mudah bukan? Ternyata tidak mudah. Mengapa? Karena Anda perlu investasi waktu dan ilmu untuk dapat melipatgandakan kinerja Anda.

Ono adalah insinyur senior di Toyota. Ono sering menyuruh pekerja muda yang baru masuk Toyota untuk tidak bekerja tetapi hanya berdiri di dalam garis lingkaran berdiameter 1 meter. Tugas pekerja muda itu dari pagi sampai sore sesuai jam kerja adalah untuk mengamati bagaimana para pekerja mengerjakan pekerjaannya. Tugas ini dapat berlangsung beberapa hari. Kesimpulan akhirnya adalah pekerja muda ini menjadi tahu mana pekerjaan yang produktif dan mana pekerjaan tidak produktif. Selanjutnya pekerja muda ini bertugas untuk melipatgandakan pekerjaan yang paling produktif dan mengurangi jenis pekerjaan yang tidak produktif. Dengan jam kerja tetap sama ia dapat memperoleh hasil 2 atau 3 kali lipat lebih besar.

Sekarang mari kita amati dengan pekerjaan kita masing-masing. Apa pekerjaan paling produktif Anda? Lipat gandakan. Apa pekerjaan yang tidak produktif? Kurangilah.

Namun ada syarat agar rejeki Anda mengalir dari profesi. Pertama pekerjaan Anda harus halal dan kedua dibutuhkan masyarakat.

Halal menjadi syarat penting agar Anda berlimpah rejeki tanpa melanggar hukum agama atau hukum yang berlaku. Harta tidak halal tampak seperti rejeki tetapi itu adalah jebakan yang menyulitkan setiap orang. Jaga diri dari hal-hal yang tidak halal.

Dibutuhkan oleh masyarakat, bermanfaat bagi masyarakat, dan menambah nilai positif bagi masyarakat. Dulu ada profesi membuat kartu ucapan selamat lebaran. Orang meraup rejeki dari produksi kartu lebaran. Tetapi setelah ada sms orang-orang tidak menggunakan kartu lebaran lagi. Masyarakat cukup kirim sms untuk ucapan lebaran. Bahkan saat ini ucapan lebaran dapat menggunakan media sosial. Produsen kartu lebaran adalah halal tapi sudah tidak dibutuhkan lagi oleh masyarakat.

Bukan hanya usaha kecil yang dapat gulung tikar gara-gara tidak dibutuhkan lagi. Perusahaan besar pun dapat tidak dibutuhkan lagi dan akhirnya bangkrut. Barangkali Anda masih ingat 15 tahun lalu Nokia adalah perusahaan produsen handphone paling laris. Saat ini, masyarakat tidak membutuhkan Nokia. Masyarakat memilih pakai android. Nokia terpaksa harus menutup banyak pabriknya. Industri handphone semacam Nokia barangkali halal bahkan keren. Tetapi bisa sewaktu-waktu bangkrut.

Jadi mari tingkatkan rejeki melalui profesi dengan produktivitas tinggi. Selalu pilih jalur halal. Dan siap memberikan yang dibutuhkan masyarakat.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
GusNGGER | agus nggermanto

*Rejeki ketiga akan dibahas berikutnya

 

This entry was posted in sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s