Pengorbanan Ikhlas Penuh Imbas

Seorang ibu memiliki anak yang cerdas, lucu, dan baik. Hanya saja anak ini tidak memiliki daun telinga. Ketika Putra, nama anak ini, saatnya masuk TK ibunya tidak mengijinkan masuk TK. Ibunya khawatir.

Saatnya usia SD, Putra dengan berat hati sekolah di SD umum. Putra terlihat pintar dan cerdas. Pulang sekolah Putra menangis,

“Kata teman-teman, Putra adalah makhluk aneh..”
“Sudah… tidak apa-apa. Yang penting Putra punya hati yang baik.Nanti teman-teman pasti suka sama Putra,” Ibunya menghibur meski tetap khawatir karena anaknya memang tidak punya daun telinga.

Beberapa hari kemudian Putra pulang sekolah dengan tangis yang lebih keras,
“Teman-teman tetap mengolok-olok, katanya aku makhluk aneh dari luar angkasa.”

Ibunya tidak tahan dan akhirnya mengambil Putra dari SD dan mendidiknya sendiri di rumah. Putra memang anak yang cerdas. Pintar matematika, bahasa, dan lain-lain.

Tiga tahun berlalu, sang ayah membawa berita gembira bahwa para dokter menemukan cara pencangkokan organ tubuh.Termasuk pemasangan daun telinga. Benar saja. Hal itu dapat dilakukan. Hanya saja harus ada donor (pemberi) daun telinga. Sang ayah mencari donor. Tentu tidak mudah. Setelah berbulan-bulan akhirnya menemukan donor yang meminta namanya dirahasiakan.

Putra kini punya daun telinga. Kembali ke sekolah. Dan akhirnya menjadi orang sukses yang membanggakan ibu dan ayahnya.

“Ayah, sekarang sudah waktunya saya membalas budi kepada orang yang telah memberikan daun telinga kepada saya,” kata Putra yang sudah tumbuh dewasa.

“Putra, sesuai perjanjian kamu belum diijinkan untuk mengetahuinya.”

Beberapa tahun berlalu, ibu dan ayah makin tua. Karena sakit ibu meninggal dunia. Ayah mengajak Putra, hanya berdua menemui tubuh ibu yang dicintainya.

Dengan lembut ayah menyibakkan rambut panjang ibu yang menutupi wajah sebelah kiri dan kanan. Ibu tidak memiliki daun telinga.

Kata Ibumu, “Biarlah Putra memiliki daun telinga yang sempurna. Ibu selalu dapat memanjangkan rambutnya.”

This entry was posted in sosial. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pengorbanan Ikhlas Penuh Imbas

  1. coekma says:

    Cerita yang luar biasa… Terima kasih, Pak. Kasih ibu sepanjang masa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s