Macet di Kota Bandung, Siapa Untung?

Akhir Desember 90an saya tinggal di Bandung. Siang hari di jalan Cihampelas tampak lengang dari biasanya. Mengapa Bandung bisa selancar ini?

Saya, waktu itu sebagai mahasiswa ITB, memang sudah libur semester setelah ujian akhir. Kampus-kampus lain tampaknya juga libur meski pun mereka ada yang libur minggu tenang menjelang ujian akhir. Jadi wajar saja Bandung lebih lengang di akhir tahun karena hampir semua mahasiswa libur.

Tapi jangan ditanya kondisi lalu lintas Bandung saat ini – akhir 2011. Macet tak tertolong.

Kemarin saya pulang dari Aston Cihampelas menuju APIQ Picung perlu waktu lebih dari 1 jam. Macet di mana-mana. Padahal pas pagi hari hanya perlu waktu 10 – 15 menit saja.

Parahnya lagi pas malam hari. Saya berangkat menuju lapangan badminton. Sebagian besar jalur adalah perumahan – tidak masalah. Tetapi saya perlu melewati jalan raya yang panjangnya hanya 50 meter. Perlu 15 menit untuk jarak 50 meter. Setara dengan kecepatan 1 km/10 jam atau 0,1 km/jam.

Siapa yang untung dengan macetnya lalu lintas Bandung?

Sepertinya tidak ada.

Mari secara serius menyelamatkan Bandung!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
GusNGGER | agus Nggermanto

This entry was posted in Bandung and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s