Memulai Karena Hobi, Mengakhiri Penuh Prestasi

“Saya tidak sengaja meraih prestasi,” ungkap anak muda itu.
“Sombong banget!” seru lawan-lawannya yang dikalahkan.
“Saya melakukannya sekedar karena hobi.”

Jebakan-jebakan dalam hidup dapat sewaktu-waktu menjerumuskan seseorang. Dalam karir kehidupan, saya menemui banyak jebakan. Saya yakin Anda juga menemui banyak jebakan. Dapatkah Anda menyelamatkan diri dari jebakan itu? Semoga berhasil.

Dari pengalaman saya, saya menyimpulkan dua kutub berlawanan untuk menjalani hidup selamat dari jebakan. Saya berharap Anda dapat mengambil pelajaran dari pengalaman ini.

Pertama, pendekatan disiplin. Ini adalah pendekatan yang paling umum dilakukan banyak orang. Anak-anak mereka disuruh sekolah dengan penuh disiplin. Lulus kuliah anak mereka harus bekerja sebagai karyawan perusahaan besar. Lalu mereka disuruh menikah, punya anak, punya hutang rumah, hutang mobil, dan hutang jiwa bahagia.

Jebakan disiplin dapat menjerumuskan seseorang kepada hidup yang hampa. Setelah mereka hidup hampa maka dapat terjadi kerusakan yang tidak diinginkan.

Saya sendiri mengalami kehidupan disiplin yang ketat. SD saya sekolah di pinggiran yang agak longgar disiplinnya. Tetapi SMP saya sekolah di SMP terbaik waktu itu. Tentu disiplin sangat ketat. SMA saya melanjutkan di sekolah terbaik lagi dengan aturan lebih ketat lagi.

Kuliah saya memilih kuliah di ITB dengan persaingan yang sangat ketat. Saya rasa kuliah di ITB itu sangat ketat aturan untuk disiplin. Tetapi mahasiswa tampaknya mendapat kebebasan untuk menjalani hidup masing-masing. Jadi, bagi saya, kebebasan di ITB memberi peluang untuk menjalani hidup lebih longgar – kurang disiplin?

Ketika SMA atau SMP begitu saya melanggar disiplin maka hukuman langsung ditimpakan. Tetapi ketika di ITB, misalnya seorang mahasiswa melanggar disiplin maka hukuman tidak langsung dijatuhkan. Hukuman akan mereka rasakan satu tahun ke depan di mana mahasiswa sudah berada pada situasi terlambat.

Ini adalah jebakan dalam kuliah di ITB. Tetapi jebakan semacam ini juga ada dalam kehidupan nyata kita. Ketika seseorang bersalah mereka tidak langsung dihukum. Hukuman ditangguhkan sampai hari kemudian yang mana lebih mengerikan.

Bagaimana menurut Anda?
(Bersambung…)

aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s