Saat yang Tepat untuk Poligami

Kapan saat yang tepat untuk poligami?

Tetangga saya berpoligami. Kini mejadi seru lagi. Padahal dia sudah beberapa tahun poligami.

Persoalan yang besar muncul.

Tuan Amir poligami beberapa tahun lalu. Istri mudanya cantik dan shalehah. Tetapi istri tuanya tetap tidak menerima kehadiran pesaing: istri muda. Setelah terjadi pertengkaran beberapa kali tuan Amir mengambil keputusan berani. Tuang Amir menceraikan istri mudanya. Tuan Amir kembali hidup bersama dengan satu istri, istri pertamanya.

Berbeda dengan Tuan Amir adalah kisah poligami Kang Tomi. Menjadi sukses dan kaya raya adalah berkah tersendiri bagi Kang Tomi. Tomi tentu sudah menikah dan dikaruniai banyak anak. Bukan berarti tidak ada wanita lain yang mencari kesempatan. Benar saja Tomi didekati seorang wanita cantik, muda, dan shalehah – kata Kang Tomi. Mereka menikah. Tomi jadi mempunyai dua istri.

Permasalahan muncul. Pertengkaran dengan istri mulai terjadi. Kang Tomi mengambil keputusan berani. Tomi menceraikan istrinya. Bukan istri muda yang dicerai tetapi justru istri tua yang diceraikan. Bahkan kabarnya istri tua ini menjadi luntang-lantung tidak jelas nasib hidupnya. Sedangkan Tomi menikmati hidup dengan istri muda.

Masyarakat sekitar protes kepada Tomi. Tetapi Tomi berkilah bahwa masyarakat jangan mengurusi urusan pribadi.

Sebagai tetangga saya terbawa juga oleh situasi seperti ini.

Dalam suatu diskusi santai dengan teman saya mengatakan tentang saat yang tepat untuk poligami.

1. Para istri setuju bahwa poligami diijinkan dalam agama. Pari istri juga mempersilakan semua laki-laki yang berminat untuk poligami dengan satu syarat laki-laki tersebut bukan suaminya.

2. Penduduk perempuan memang lebih banyak dari laki-laki. Tetapi perbedaan jumlah mereka hanya sedikit (1 atau 2 persen).

3. Struktur sosial yang mendukung poligami perlu dicermati. Para raja memiliki permaisuri dan banyak selir. Bagaimana pun selir adalah tetap selir. Sedangkan permaisuri adalah yang melahirkan putra mahkota.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Saat yang Tepat untuk Poligami

  1. waskita says:

    Nampaknya perlu dicek dulu, pada waktu masih monogami, apakah suami dan istri sudah menunaikan kewajiban masing-masing? Kalau misalnya istri belum taat 100% dengan suami, ya runyam lah ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s