Petualangan Mencari Tuhan

Akhir-akhir ini, di meja saya tergeletak buku “Mencari Tuhan”. Kadang saya membacanya. Kadang saya biarkan buku itu tergeletak sambil saya menulis di komputer.

Anak saya yang usia 6 tahun, saat ini mulai lancar membaca. Dengan wajah berbinar ia bertanya,

“Di mana mencarinya?”
“Mencari apa?” saya balik tanya.
“Ini, mencari Tuhan!”

Saya hanya tersenyum.

“Ayo ceritain Pak! Bagaimana petualangan mencari Tuhan itu?”
“Baca saja sendiri bukunya!”
“Buku setebal ini! Tidak ada gambarnya lagi!” keluh anak saya yang 6 tahun itu.

“Ayo Pak, ceritain…” ia terus merengek.

Setelah saya ngobrol beberapa saat saya baru sadar. Anak saya yang masih 6 tahun ini tampaknya berpikir petualangan “mencari tuhan” itu mirip dengan petualangan “mencari harta karun”. Ia terbayang betapa serunya petualangan mencari Tuhan.

… Mereka berpetualang ke puncak gunung tertinggi tetapi mereka tidak menemukan tuhan di sana. Karena bila tuhan ada di puncak gunung maka gunung akan hancur lebur…

Mereka menyelam ke dasar laut paling dalam tetapi mereka tidak menemukan tuhan di sana. Karena bila tuhan ada di laut terdalam maka laut tersebut akan hancur lebur.

Mereka terbang menuju matahari tetapi mereka tidak menemukan tuhan di sana. Karena bila tuhan ada di matahari maka matahari akan hancur lebur.

“Lalu tuhan ada di mana?” tanya anak saya makin penasaran.
“Tuhan ada di sini,” sambil saya pegang dadanya,”Tuhan ada di hati orang yang baik.”

“Hehehe… masak sih…?” anak saya seakan tak percaya.
“Hanya hati manusia yang bersih penuh iman yang mampu menerima kehadiran tuhan.”
“Ooo…” sahut anak saya.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial, Tuhan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Petualangan Mencari Tuhan

  1. Ninik erlanawati says:

    Jawaban yg tepat paman,..tentunya ditambah harus bisa menjalankan perintah Tuhan serta menjauhi semua larangan dari Tuhan,…(maaf saya cuma mau sdikit menambah jwb tsb)
    sukses sllu paman,…

  2. giewahyudi says:

    Tuhan memang ada di hati kita, Pak..

  3. za says:

    Pak Ngger, bagaimana dengan mereka yang anti theis?

    • gusngger says:

      Wah, pertanyaan yang berat Za.

      Dari pengalaman dan literatur, pada dasarnya setiap manusia adalah theistik.
      Sehingga sungguh bernasib malang mereka yang anti theis.

      Tetapi jika karena kejujuran, ketulusan, dan pencariannya menunjukkan bahwa sikap yang benar bagi orang tersebut adalah anti theis maka kita harus menghormatinya.

      Bagaimana pun saya lebih yakin setiap manusia adalah theistik.

      Terima kasih…
      Salam…

  4. Pingback: Tulisan-tulisan Lebih Lengkap dari Paman APIQ | APIQ: Anak Lebih KREATIF & Berprestasi

  5. riyanto says:

    Tuhan Alloh Subhanahuwata’ala itu bersemayam di arsy. begitu menurut keyakinan ahlussunah wal jama’ah.
    untuk jawaban sederhana ke anak bolehlah tapi arahan selanjutnya harus dirubah. biar menjadi benar pemahamannya.
    oke bro…bravo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s