Mengapa Ada Takdir Baik Takdir Buruk?

Waktu masih bocah saya bertanya-tanya seperti itu. Mengapa ada takdir baik? Mengapa ada takdir buruk?

Butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Bagaimana menurut Anda?

Tetapi pertanyaan dapat muncul lebih dasar lagi. Apakah takdir itu? Siapakah yang menentukan takdir? Apakah manusia atau tuhan?

Bagi orang barat bahkan pertanyaan lebih dasar lagi, apakah takdir itu ada?

Perjalanan hidup bertahun-tahun. Pencarian terus-menerus akhirnya membuahkan hasil. Hasil terpentingnya adalah pertanyaan lagi.

“Benarkah ada takdir buruk?”

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial, Tuhan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Mengapa Ada Takdir Baik Takdir Buruk?

  1. bastariansyah says:

    assalamualaikum… ustadz, saya mau nanya nih.
    gmana caranya kita menerima dg ikhlas takdir baik maupun takdir yg buruk yg dtng dr Allah? Sekalipun kita sudah berdoa dan berikhtiar.

  2. gusngger says:

    Salam…

    Terima kasih Bastariansyah atas pertanyaannya.
    Memang menerima takdir buruk terasa lebih berat dari menerima takdir baik bagi sebagian orang.
    Banyak orang dapat menerima ikhlas segala takdir baik. Namun kita harus hati-hati, harus pandai bersyukur atas segala takdir ini.

    Sebaliknya bagaimana dengan takdir buruk?

    Hakikat dari takdir adalah selalu baik. Sedangkan sifat buruk itu muncul dari prasangka seseorang yang salah paham. Sebenarnya takdir itu baik. Ketika seorang hamba mendapat musibah, ujian, atau cobaan maka hal tersebut adalah baik. Hal tersebut adalah sarana untuk mendidik seseorang menjadi lebih sabar, lebih tabah, dan lebih tawakal. Jadi hal tersebut adalah baik bila kita memahaminya dengan benar.

    Dengan demikian kita dapat lebih ikhlas dan menjadi lebih baik dalam segala situasi.

    Terima kasih,
    Salam…

  3. Hakikat dari takdir adalah selalu baik. Takdir baik jelas baik, takdir buruk pun baik.
    Musibah sebagai takdir buruk memberikan keuntungan kebaikan, sabar, tabah dan lebih tawakal.
    Keburukan demi keburukan pun memberikan keuntungan kebaikan untuk berdakwah.

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s