Pernikahan yang Gagal atau Berhasil

Membaca buku psikologi itu menarik. Khususnya psikologi populer. Sedangkan membaca psikologi yang serius butuh pemikiran yang lebih serius lagi.

Pernah ada penelitian psikologi yang membagi orang-orang menjadi dua kelompok besar yaitu optimis dan pesimis. Bagaimana pernikahan antara orang-orang dari kelompok ini? Pasangan manakah yang pernikahannya langgeng? Pasangan manakah yang pernikahannya berantakan?

Temuan pertama, menurut saya, bagus dan masuk akal. Pernikahan silang antara optimis dan pesimis memberikan hasil pernikahan yang bahagia dan langgeng. Terjadi keseimbangan antara optimis dan pesimis. Di sini yang optimis boleh sang suami atau pun sang istri.

Temuan kedua, pernikahan dua orang yang sama-sama pesimis terancam berantakan. Menurut saya masuk akal juga kan? Lha dua-duanya pesimis terus, bagaimana menjalani kehidupan? Sering berantem!

Temuan ketiga, pernikahan dua orang yang sama-sama optimis. Bagaimana kira-kira dua orang yang sama-sama optimis bergabung setiap hari? Akankah mereka menjalani kehidupan dengan baik-baik saja? Ataukah mereka akan menghadapi banyak masalah yang mengancam?

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pernikahan yang Gagal atau Berhasil

  1. belum pernah nikah !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s