Jujur Hancur Lebur bagai Bubur

Tentu kita sudah hafal banget,

“Yang jujur akan hancur.”

Meski ungkapan di atas sekedar gurau tapi sering menjadi nyata. Sehingga untuk jujur tetap perlu strategi yang manjur. Sayangnya strategi ini dapat menyeret orang untuk tidak jujur. Persoalan menjadi lebih ngawur.

Belakangan ini, media ramai memberitakan anak SD yang secara jujur mengungkapkan kecurangan UN di sekolahnya. Hasilnya, anak SD yang jujur bersama orang tuanya, justru diusir dari rumahnya. Jujur hancur bagai bubur. Meski bubur tetap termasyhur.

Persoalan menjadi lebih rumit karena pemimpin kita telah menyelesaikan masalah di atas dengan tegas dan bijaksana. Kepala sekolah dan guru-guru yang terlibat telah diberi sanksi. Ini adalah semacam menghilangkan sakit kepala dengan cara memotong kepala. Tentu saja sakit kepala sudah hilang, lha kepalanya saja hilang? Meski kepala bukan sumber masalahnya.

Lebih hebat lagi Bapak Menteri yang menyatakan bahwa kejujuran adalah bergantung kepada orangnya. Di antaranya siswa ada yang jujur ada yang tidak. Dalam kasus ini Pak Menteri bersih 100% alias suci. Keputusannya boleh dibilang suci tidak ada cela. Yang salah adalah para siswa ada yang jujur ada yang tidak jujur. Beruntunglah sebuah negeri yang memiliki menteri suci.

Jadi apa yang perlu dilakukan oleh Pak Menteri?
Jangan tanya saya!

Jauh hari sebelum pelaksanaan UN saya sudah memastikan bahwa UN akan bocor dan terjadi kerja sama atau contekan. Potensi bocor ini secara hitungan 99,999…% atau saya katakan 100%. Tetapi seorang pembaca ragu dengan prediksi saya. Karena ia membaca di media bahwa Pak Menteri menjamin bahwa UN 2011 tidak akan bocor.

Setelah membaca ulasan saya dan mengikuti perkembangan di media, Sang Pembaca mulai yakin bahwa UN 2011 bakal bocor juga. Sehingga ia berujar bahwa jika UN 2011 bocor sebaiknya Pak Menteri bunuh diri dengan harakiri. Dan kita tahu akhir dari cerita ini.

Pembaca juga menyarankan saya untuk membuktikan bahwa UN bocor. Lalu bila saya berhasil membuktikan dan menunjukkan pelakunya apa yang akan terjadi? Seperti menyelesaikan sakit kepala maka potong kepalanya. Hukum sang pelaku. Padahal ada sumber masalah yang lebih serius. Akhirnya saya membuktikan bahwa UN 2011 bocor secara logika. Dan terbukti.

Mari insyaf dan bertaubat kawan….

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Jujur Hancur Lebur bagai Bubur

  1. negeribocah says:

    kasihan … sejak SD sudah diajari untuk berbohong

  2. GusNGGER says:

    Memang memprihatinkan.
    Harus ada yang ambil tindakan segera.

    Salam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s