Pilihan Model Bisnis Digital

Dengan pesatnya kemajuan teknologi digital kita memiliki berbagai pilihan model bisnis baru. Internet menjadi begitu akrab dengan generasi anak-anak juga karena dukungan handphone yang mudah untuk akses internet. Sayang sekali bila tidak memanfaatkan peluang besar bisnis digital.

Saya ingin mencatat 3 model bisnis digital yang sederhana. Khususnya model bisnis yang saya sendiri telah mencobanya. Sekalian minta masukan dari teman-teman bagaimana agar lebih baik.

1.Memanfaatkan Informasi Digital

Sebagian besar bisnis tampaknya banyak memanfaatkan model ini. Perusahaan pada dasarnya adalah perusahaan yang sudah berjalan di dunia nyata – fisik. Kemudian perusahaan tersebut memanfaatkan internet sebagai media tambahan. Misalnya, warung makan tetangga saya memasang informasi di facebook. Maka para pelanggannya dapat membacanya kemudian datang ke warung untuk transaksi. Sisanya, model bisnis seperti yang kita kenal.

Saya sendiri memanfaatkan model bisnis ini. Saya mengembangkan bisnis kursus matematika kreatif APIQ dengan konsep franchise. Kemudian saya memasang informasi franchise di internet. Beberapa orang tertarik dengan franchise APIQ lalu melanjutkan kerja sama franchise di dunia nyata. Sisanya sebagai mana bisnis franchise umumnya.

Satu hal yang menarik dari internet adalah kita sekarang sudah memasuki web 2.0 di mana kita mudah berkomunikasi dengan masyarakat. Misalnya blog APIQ mendapat masukan dari segenap penjuru. Masukan ini membuat APIQ lebih kuat lagi. Bahkan saya sendiri dapat dengan sengaja memang meminta masukan dari masyarakat.

2. Model Click & Brick

Model ini sudah lebih hebat lagi dari yang pertama. Model ini merupakan hibrida dari bisnis digital dengan bisnis konvensional.

Internet tidak hanya memasang informasi saja. Tetapi dengan internet kita dapat melakukan transaksi dengan sempurna. Namun produk atau service yang kita berikan bersifat nyata – wujud fisik.

Misalnya saya berjualan buku APIQ melalui internet. Anda dapat memilih buku APIQ yang Anda butuhkan melalui internet. Pelanggan juga dapat dialog melalui internet. Kemudian membayar melalui internet/bank. Selesai semua transaksi dengan bantuan teknologi digital.

Selanjutnya, buku pesanan pelanggan dikirim melalui jasa ekspedisi. Dari proses ini kita mulai menggunakan model bisnis konvensional. Buku dikirim secara fisik dan dibaca oleh pelanggan secara fisik.

Model hibrida ini memiliki banyak keuntungan. Misalnya seorang mahasiswa kesulitan mencari judul buku tertentu di toko buku untuk bahan skripsi. Sudah berhari-hari ia keliling toko buku masih tidak menemukan. Mahasiswa itu lalu serching di internet. Ia bertemu dengan web APIQ dan tinggal pesan buku maka buku dikirim langsung ke rumahnya. Praktis dan hemat.

Bagi kami sendiri sebagai pebisnis juga memperoleh banyak keuntungan. Tidak perlu sewa ruang toko, tidak perlu stok buku berlebih, tinggal melayani pesanan.

3. Full bisnis digital

Beberapa bisnis bergerak sepenuhnya digital. Misalnya google, sepenuhnya layanan google adalah digital. Banyak keunggulan dari model bisnis digital penuh ini.

Saya sendiri juga eksperimen dengan ful digital. Misalnya saya menjual file APIQ melalui internet. Semua proses transaksi sepenuhnya digital. Barang yang dibeli pelanggan pun berupa file digital dan dimanfaatkan secara digital.

Di masa kini dan masa depan saya yakin model bisnis digital ini akan semakin berkembang.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s