Mengubah Penilaian Subyektif Menjadi Obyektif

Saya mengajar matematika. Sangat mudah bagi saya memberi nilai obyektif kepada anak didik di bidang matematika. Salah 2 benar 8 maka dapat nilai 80. Benar semua dapat nilai 100.

Tetapi saya juga mengajar mata kuliah kreativitas dan inovasi. Tidak mudah memberi nilai obyektif dalam kreativitas dan inovasi. Bagaimana pun yang namanya kuliah maka saya sebagai dosen harus memberi nilai akhir kepada mahasiswa saya. Karena itu, secara kreatif, saya harus menemukan cara penilaian yang cukup obyektif untuk masalah yang subyektif.

Berikut ini adalah penilaian yang saya lakukan.

A. Produktivitas ide kreatif dan inovatif. Semakin banyak ide maka semakin baik. Tentu saja banyaknya ide dapat kit hitung secara obyektif.

B. Kualitas dari produk ide kreatif dan inovatif. Hal ini tentu masih subyektif.

C. Ketepatan dan kecepatan ide. Meski dalam dunia nyata ketepatan waktu lebih penting dari kecepatan tetapi dalam keperluan kuliah untuk sementara maka kita akan menilai pentingnya kecepatan. Kecepatan dan ketepatan ini juga dapat kita nilai secara obyektif.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Mengubah Penilaian Subyektif Menjadi Obyektif

  1. sugeng jatmiko says:

    salam kenal ya broo

  2. coekma says:

    semakin banyak jam terbang mengajar tentu semakin bisa obyektif… mungkin demikian…

  3. kusman-pwt says:

    harus banyak belajar dari pengalaman pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s