Rajin Tersisih, Pemalas di Atas

Sebuah paradoks!

Orang yang rajin bekerja justru tersisih. Sementara mereka yang malas malah makin sukses. Mereka berhasil mencapai puncak karir di atas.

Apakah Anda pernah menyaksikan fenomena seperti di atas?

Ada seorang ahli yang menganalisis hubungan antara malas dan cerdas terhadap suksesnya seseorang. Ahli itu membagi menjadi 4 kuadran.

1. Malas dan tidak cerdas. Jauhi orang macam ini.

2. Rajin dan tidak cerdas. Hati-hati dengan orang macam ini.

3. Rajin dan cerdas. Pekerjakan orang-orang macam ini.

4. Malas dan cerdas. Jadilah orang macam ini.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat,

aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Rajin Tersisih, Pemalas di Atas

  1. coekma says:

    setuju yang nomor 4…. kalau terlalu rajin jadi capek sendiri, mendingan pekerjakan aja yang rajin-rajin… inilah yang dinamakan kita bekerja secara cerdas… ^_^

  2. za says:

    karena yang rajin & cerdas akan memilih pergi, bekerja di LN yang lebih mengapresiasinya🙂

  3. giewahyudi says:

    kalau pengen malas dengan cara cerdas gimana dong, Pak..

  4. Ayah says:

    Remote Control adalah satu alat yg diciptakan oleh orang MALAS, tp cerdas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s