Selalu Memetik Buah Hari ini atau Hari Depan

Siang tadi sempat berbincang-bincang dengan seorang teman yang mengabdikan hidupnya untuk mengajar, mendidik tanpa pamrih. Hanya saja kali ini ia mengajar matematika kepada siswa SMP yang kemampuannya pas-pasan – bahkan bisa dibilang kurang.

“Bahkan berhitung sederhana saja mereka belum bisa. Bahkan tugas berhitung yang harusnya dipelajari kelas 2 SD, murid-muridku yang SMP ini belum juga menguasai,” cerita temanku.

“Pasti perlu kesabaran ekstra mengajari mereka,” komentarku.

“Bahkan kesabaranku sudah sampai tepi batasnya. Aku mencoba mengajar matematika dengan berbagai macam cara. Tetapi siswa SMP ku tidak bisa mengerti. Cara yang sama aku cobakan untuk siswa SD kelas 1 malahan siswa SD itu dapat mengerti.”

Aku hanya mendengarkan saja.

“Hampir satu tahun aku mengajari mereka matematika. Bila tidak ada hasilnya sama sekali apa gunanya?” temanku khawatir.

“Pasti ada manfaatnya,” aku meyakinkan. “Yang tidak boleh kita lakukan adalah putus asa. Kita harus pantang menyerah mengajar dan mendidik anak-anak kita dengan sabar. Bila sampai 3 tahun mengajar tampaknya tidak ada hasil tidak masalah. Mungkin ketika SMA, 5 tahun lagi,  anak-anak kita menjadi pintar dan baik bukan berarti itu hanya karena guru SMA nya saja yang berperan. Anak-anak itu menjadi baik juga karena pendidikan dan pengajaran kita selama 3 tahun di SMP.”

Kita akan selalu memetik buahnya, hari ini atau hari depan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s