Seberapa Besar Anda Mempercayai Orang Lain?

Karena pengalaman nyata, saya mengurangi kepercayaan saya kepada orang lain.

Seberapa besarkah kepercayaan Anda kepada istri?

Seberapa besarkah kepercayaan Anda kepada suami?

Seberapa besarkah kepercayaan Anda kepada teman?

Awalnya, saya adalah orang yang mudah percaya. Tetapi sekarang menjadi orang yang lebih waspada.

Pagi-pagi saya mengantar anak saya ke sekolah. Saya menerima telepon dari istri tercinta agar sekalian membeli obat untuk si kakak yang yang terluka – sobek dekat burungnya.

Saya langsung ke apotik. Parkir sesuai aturan. Selesai membeli obat saya kembali masuk ke mobil siap pulang ke rumah.

“Terus…maju…” teriak tukang parkir.

Saya maju pelan-pelan.

“Terus…maju…jauh” tukang parkir teriak lagi.

Kali ini saya diam. Tidak mau maju. Karena ketika ambil belok kanan saya ragu dengan kiri depan saya. Saya khawatir akan menyentuh kijang yang parkir di depan saya.

Melihat saya tidak mau maju, tukang parkir maju di depan mobil saya melihat bagian kiri.

“Ayo…maju…prei…jauh…maju…” teriak tukang parkir lagi.

Saya maju dengan pelan, dan ragu.

“Terus…terus…maju…”

Dengan pelan saya maju lagi.

Krekkk…

“Pasti menyentuh kijang yang di depan itu,” aku miris.

“Terus…terus…terus…maju…” teriak tukang parkir.

Saya diam. Memandangi tukang parkir. Tukang parkir mulai ragu. Saya dengan pelan mundur.

“Mundur…mundur…”teriak tukang parkir dengan wajah ketakutan.

Gubrak! Apalagi yang dapat kupercaya darimu wahai tukang parkir?

Kini aku tidak percaya lagi dengan tukang parkir itu. Aku kembali pada modus waspada!

“Oh… mobilku sayang…maafkan aku yang salah menaruh kepercayaan!”

Bagaimana menurut Anda?

Untungnya, saya masih memiliki kepercayaan yang tinggi kepada istri.

Salam hangat…

aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Seberapa Besar Anda Mempercayai Orang Lain?

  1. giewahyudi says:

    Kalau sama orang yang baru dikenal biasanya tidak bisa langsung percaya..
    Kalau sama orang-orang dekat harus percaya karena kalau enggak percaya kita yang rugi

  2. grahainfo says:

    percaya pada orang yang baru dikenal berarti harus siap pula menanggung segala resikonya.

  3. waaahhh mental matematika si tukang parkirnya kacau….

    harusnya dia tau dong, terbiasa dengan keliling roda kijang…jadi harusnya ya tau jarak dgn mobil depannya qiqiqi….

    tp kok kalo soal brp besar bayarnya tetep mudengšŸ™‚

    ***ga sampe penyok kan???

  4. Ayah says:

    Hahaha.. Sy gak bisa mbayangin jika mas bro percayanya 100%, yaitu dg ngikutin perintah si tukang dg mata terpejam. So, dalam sgala urusan, berikan porsi kepercayaan secukupnya sj kpd org lain. Itupun hny terbatas pd hal2 yg mmg tdk bisa kita lakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s