Menipu Tanpa Berbohong: Baik dan Buruk

Apakah itu baik? Menipu tanpa berbohong. Atau malah buruk?

Memang jelas sebuah penipuan. Tapi tanpa unsur bohong sama sekali. Pihak korban benar-benar tertipu. Sang pelaku memang dengan sengaja ingin menipu. Dan 100% tanpa bohong.

Apakah baik atau buruk?

Bagaimana jika sebaliknya?

Berbohong tanpa menipu? Apakah baik atau buruk?

Sang pelaku memang 100% bohong. Dia 100% dusta. Tetapi tidak seorang pun tertipu olehnya. Baik atau buruk jika seperti itu?

Contohnya apa sih?

Contoh menipu tanpa berbohong banyak sekali. Para pesulap termasuk yang paling sering kita kenal. Pesulap jelas-jelas menipu kita. Tetapi pesulap tidak bohong. Dan para penonton senang sekali ditipu oleh para pesulap. Bahkan penonton dengan senang hati mau membayar untuk ditipu.

Contoh lagi menipu tanpa berbohong adalah para politikus ulung. Anggota dewan misalnya dapat melakukan trik menipu tapi harus tanpa bohong. Karena jika ada unsur bohong dapat masuk ke pengadilan. Politikus ulung tidak pernah bohong. Tetapi tipuannya selalu memberi keuntungan.

Seorang suami juga dapat menipu istrinya tanpa harus bohong sama sekali. Secara tiba-tiba datanglah teman cewek SMA yang dulu saling naksir pagi-pagi di kantor. Kemudian si laki-laki (yang sudah menjadi suami dari istrinya) ini langsung saja jalan berdua dengan ceweknya waktu SMA.

Saya tidak akan ceritakan apa yang terjadi antara lelaki dan perempuan itu. Yang jelas waktu begitu cepat berlalu. Jam di tangan sudah menunjukkan jam 11 malam. Mereka berpisah dan dengan mesra janjian untuk ketemu lagi minggu depan.

Si laki-laki yang kini mau pulang ingat istrinya. Pasti istrinya akan sangat marah ia pulang terlambat. Alasannya ketemu pacar lama lagi. Si suami mencari ide. Dia ambil lumpur dan beberapa rumput kemudian ia basahi sepatuya dengan lumpur itu.

Sampai di rumah, si istri sudah menunggu dengan wajah geram.

“Sorry aku terlambat pulang. Soalnya aku tadi bertemu teman lama,” kata suami minta maaf.

Si istri memandang suaminya dengan garang dan dilihatnya sepatu suami berlumur lumpur,

“Jangan bohong Kamu ya! Pasti Kamu habis main golf. Jangan mencari-cari alasan!”

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Menipu Tanpa Berbohong: Baik dan Buruk

  1. Ahadian T A says:

    Iso-iso ae Pak Angger iki bikin postingan yang bikin penasaran orang untuk me-post comment… Good Post, Bozz…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s