Marketing Radikal dengan Silaturahim Brutal

Kemarin sore saya mampir ke SPBU (pompa bensin). Karena pas maghrib sekalian mampir ke mushola. Seorang laki-kali setelah sholat menghampiri saya yang sedang mengenakan sepatu. Sambil menyerahkan kartu nama,

“Pak saya bekerja di audio sistem, barangkali suatu saat Bapak memerlukan.”

Saya terima kartu namanya.

“Bisa untuk variasi audio?”

“Bisa Pak. Variasi apa yang Bapak butuhkan?”

“Saya hanya perlu agar audio saya dapat memutar lagu dari USB langsung.”

“Ada beberapa alternatif… salah satu yang paling mudah adalah FM modulator.”

Perbincangan berlangsung beberapa saat. Saya sendiri jadi tertarik untuk membeli produknya.

Peristiwa itu mengingatkan saya waktu masih muda dulu. Saya juga melakukan marketing radikal semacam di atas. Proses marketing radikal di atas dapat saja berhasil. Beberapa orang ragu-ragu melakukannya. Bagi saya, asalkan caranya sopan, cara marketing radikal di atas baik dilakukan. Bahkan dapat menambah silaturahim.

Cara membidik pasar juga penting. Contoh di atas misalnya, membidik orang yang selesai dari mushola. Hal ini mengasumsikan bahwa orang yang dari mushola adalah orang baik. Kedua membidik orang yang mengendarai mobil. Memang produknya untuk digunakan di mobil.

Apakah Anda berani dengan marketing radikal?

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

aGus NGGERmanto

This entry was posted in sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s