Masih Perlukan Lembaga Pernikahan untuk Menghalalkan Hubungan Intim?

Sebuah pertanyaan yang sama tuanya dengan umur manusia itu sendiri.

Sebagai umat beragama tentu kita yakin akan pentingnya lembaga pernikahan. Tetapi kehidupan modern menggempur dengan ide-ide liar. Mengapa harus menikah jika hanya untuk berhubungan intim – berhubungan seksual?

“Menikah bukan hanya untuk menghalalkan hubungan intim, Mas!”

“Kalau yang diperlukan memang hanya hubungan intim dan tidak memerlukan pernikahan bagaimana?”

Jika membutuhkan sate mengapa harus memelihara kambingnya?

Hanya saja kenyataan yang kita lihat, kehidupan yang bahagia selalu didasarkan pada lembaga pernikahan resmi. Sehingga cukup kuat bila kita menarik kesimpulan bahwa lembaga pernikahan tetap kita perlukan untuk kehidupan yang bahagia.

“Tidak setuju…!” dari ujung jalan seorang anak muda berteriak.

Bagaimana menurut Anda?

Baru-baru ini kita di Indonesia juga mendapat suguhan pernikahan yang aneh antara artis cantik Krisdayanti dan Raul. Krisdayanti pada awalnya sudah memiliki pernikahan dengan suaminya dan dianugerahi anak. Kabarnya Raul juga sudah memiliki pernikahan dengan istrinya. Tetapi mereka, katanya, meluluh-lantakkan pernikahan yang awal dan mencoba membuat pernikahan baru. Benar-benar melanggar asumsi norma-norma umum!

Jadi, seperti apakah pentingnya lembaga pernikahan?

Salam hangat…

agus Nggermanto

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Masih Perlukan Lembaga Pernikahan untuk Menghalalkan Hubungan Intim?

  1. apiqquantum says:

    Ya oke lah kalau begitu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s