Kapankah Hari-hari Paling Penting dalam Hidup Anda?

Apakah ketika Anda sedang ulang tahun?
Apakah saat Anda menikah?
Apakah saat Anda diwisuda?

Atau…

Hari paling penting dalam hidup kita adalah hari ini, saat ini, detik ini.

Masa lalu adalah guru bagi masa kini.
Masa depan adalah harapan dari masa kini.
Masa kini adalah yang terpenting demi masa lalu dan masa depan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

Posted in Doa | Tagged , , , | Leave a comment

Memulai Karena Hobi, Mengakhiri Penuh Prestasi

“Saya tidak sengaja meraih prestasi,” ungkap anak muda itu.
“Sombong banget!” seru lawan-lawannya yang dikalahkan.
“Saya melakukannya sekedar karena hobi.”

Jebakan-jebakan dalam hidup dapat sewaktu-waktu menjerumuskan seseorang. Dalam karir kehidupan, saya menemui banyak jebakan. Saya yakin Anda juga menemui banyak jebakan. Dapatkah Anda menyelamatkan diri dari jebakan itu? Semoga berhasil.

Dari pengalaman saya, saya menyimpulkan dua kutub berlawanan untuk menjalani hidup selamat dari jebakan. Saya berharap Anda dapat mengambil pelajaran dari pengalaman ini.

Pertama, pendekatan disiplin. Ini adalah pendekatan yang paling umum dilakukan banyak orang. Anak-anak mereka disuruh sekolah dengan penuh disiplin. Lulus kuliah anak mereka harus bekerja sebagai karyawan perusahaan besar. Lalu mereka disuruh menikah, punya anak, punya hutang rumah, hutang mobil, dan hutang jiwa bahagia.

Jebakan disiplin dapat menjerumuskan seseorang kepada hidup yang hampa. Setelah mereka hidup hampa maka dapat terjadi kerusakan yang tidak diinginkan.

Saya sendiri mengalami kehidupan disiplin yang ketat. SD saya sekolah di pinggiran yang agak longgar disiplinnya. Tetapi SMP saya sekolah di SMP terbaik waktu itu. Tentu disiplin sangat ketat. SMA saya melanjutkan di sekolah terbaik lagi dengan aturan lebih ketat lagi.

Kuliah saya memilih kuliah di ITB dengan persaingan yang sangat ketat. Saya rasa kuliah di ITB itu sangat ketat aturan untuk disiplin. Tetapi mahasiswa tampaknya mendapat kebebasan untuk menjalani hidup masing-masing. Jadi, bagi saya, kebebasan di ITB memberi peluang untuk menjalani hidup lebih longgar – kurang disiplin?

Ketika SMA atau SMP begitu saya melanggar disiplin maka hukuman langsung ditimpakan. Tetapi ketika di ITB, misalnya seorang mahasiswa melanggar disiplin maka hukuman tidak langsung dijatuhkan. Hukuman akan mereka rasakan satu tahun ke depan di mana mahasiswa sudah berada pada situasi terlambat.

Ini adalah jebakan dalam kuliah di ITB. Tetapi jebakan semacam ini juga ada dalam kehidupan nyata kita. Ketika seseorang bersalah mereka tidak langsung dihukum. Hukuman ditangguhkan sampai hari kemudian yang mana lebih mengerikan.

Bagaimana menurut Anda?
(Bersambung…)

aGus NGGERmanto

Posted in sosial | Tagged , , , , | Leave a comment

Les Matematika Terbaik, Kreatif, dan Asyik

Saya kemarin kedatangan tamu. Tamu tersebut menyadarkan kesalahan saya. Lalu saya segera berusaha memperbaiki diri.

Pernahkah Anda mendapatkan tamu seberuntung itu?

Tamu itu datang ke tempat saya dengan tujuan untuk mendaftarkan anaknya ke kursus APIQ – bisnis saya sebagai ungkapan pengabdian diri.

“Ibu, mendapatkan informasi kursus APIQ ini dari mana ya…?” tanya saya.
“Dari internet,” tamu saya menjawab bangga.
“Wah hebat! Dengan kata kunci apa Bu?”
“Les matematika. Lalu saya membanding-bandingkan. APIQ adalah les matematika yang terbaik.”

Mantap! Pikir saya dalam hati. Tapi saya sadar bahwa saya kurang memanfaatkan kata kunci les matematika, private matematika, atau bimbingan belajar matematika. Saya cek di google kata kunci les matematika ternyata APIQ berada di halaman belakang. Memang bila kata kunci kursus matematika APIQ akan menempati halaman pertama.

Tugas saya sekarang adalah menempatkan APIQ pada halaman pertama ketika kita mengetikkan di google kata les matematika atau bimbingan belajar matematika. Silakan melihat upaya saya.

Les Matematika Kreatif, Asyik, dan Prestasi

APIQ Les Matematika Terbaik Sedunia

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

Posted in sosial | Tagged , , , | 4 Comments

Kurang Tidur Gara-gara Poligami – Baru 2 Istri

Semalam saya kurang tidur. Lagi-lagi karena masalah poligami. Istri saya malah tidak mengantuk mulai jam 11 malam. Maka berlanjutlah.

Di daerah kami, isu poligami kembali mencuat karena memang terjadi hal-hal yang tak terduga. Setelah bulan lalu menceraikan istri pertama, kemarin ia mengusir istri pertama dari rumah yang menjadi hak istri pertama.

Saat ini saya menilai memang tidak ada struktur sosial yang memperkokoh poligami. Karena itu sukses poligami hanya tergantung pada individu-individu bersangkutan – yang memang sangat sulit.

“Dia sungguh keterlaluan…”kata teman saya.
“Apanya?” saya malah tanya.
“Masa dia mengusir istri pertama dari rumahnya. Terlalu sombong! Bila terserang stroke bisa apa dia?”

Istri pertama memang tidak memperoleh perlindungan istimewa. Sementara para raja jaman dahulu dapat menetapkan istri pertama sebagai permaisuri – yang melahirkan putra mahkota. Sedangkan istri kedua adalah selir – yang menerima ungkapan cinta dari suami.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

Posted in sosial | Tagged , , , | 4 Comments

Saat yang Tepat untuk Poligami

Kapan saat yang tepat untuk poligami?

Tetangga saya berpoligami. Kini mejadi seru lagi. Padahal dia sudah beberapa tahun poligami.

Persoalan yang besar muncul.

Tuan Amir poligami beberapa tahun lalu. Istri mudanya cantik dan shalehah. Tetapi istri tuanya tetap tidak menerima kehadiran pesaing: istri muda. Setelah terjadi pertengkaran beberapa kali tuan Amir mengambil keputusan berani. Tuang Amir menceraikan istri mudanya. Tuan Amir kembali hidup bersama dengan satu istri, istri pertamanya.

Berbeda dengan Tuan Amir adalah kisah poligami Kang Tomi. Menjadi sukses dan kaya raya adalah berkah tersendiri bagi Kang Tomi. Tomi tentu sudah menikah dan dikaruniai banyak anak. Bukan berarti tidak ada wanita lain yang mencari kesempatan. Benar saja Tomi didekati seorang wanita cantik, muda, dan shalehah – kata Kang Tomi. Mereka menikah. Tomi jadi mempunyai dua istri.

Permasalahan muncul. Pertengkaran dengan istri mulai terjadi. Kang Tomi mengambil keputusan berani. Tomi menceraikan istrinya. Bukan istri muda yang dicerai tetapi justru istri tua yang diceraikan. Bahkan kabarnya istri tua ini menjadi luntang-lantung tidak jelas nasib hidupnya. Sedangkan Tomi menikmati hidup dengan istri muda.

Masyarakat sekitar protes kepada Tomi. Tetapi Tomi berkilah bahwa masyarakat jangan mengurusi urusan pribadi.

Sebagai tetangga saya terbawa juga oleh situasi seperti ini.

Dalam suatu diskusi santai dengan teman saya mengatakan tentang saat yang tepat untuk poligami.

1. Para istri setuju bahwa poligami diijinkan dalam agama. Pari istri juga mempersilakan semua laki-laki yang berminat untuk poligami dengan satu syarat laki-laki tersebut bukan suaminya.

2. Penduduk perempuan memang lebih banyak dari laki-laki. Tetapi perbedaan jumlah mereka hanya sedikit (1 atau 2 persen).

3. Struktur sosial yang mendukung poligami perlu dicermati. Para raja memiliki permaisuri dan banyak selir. Bagaimana pun selir adalah tetap selir. Sedangkan permaisuri adalah yang melahirkan putra mahkota.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

Posted in sosial | Tagged , , , | 1 Comment

Kisah Materi yang Melebihi Kecepatan Cahaya

Kemarin saya membaca artikel bahwa ilmuwan di Swiss menemukan suatu materi (neutrino) yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya.

Apa dampaknya jika benar?

Jika salah maka itu hal yang biasa dalam suatu penelitian. Jika benar maka menjadi hal yang luar biasa.

Sejarah peradaban manusia akan berubah arah lagi bila ditemukan partikel yang bergerak melebihi kecepatan cahaya. Seperti kita tahu, Eisntein menyatakan bahwa tidak ada yang dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya (postulat). Einstein tentu tidak mudah mempertahankan ide di atas.

Bagi kita apa susahnya ada sesuatu yang bergerak lebih dari kecepatan cahaya?

Tidak masalah sama sekali. Tetapi Eisntein memang hebat. Dengan pendapatnya di atas dia membangun teori baru dalam fisika. Penelitian menunjukkan bahwa Einstein benar – tidak ada sesuatu yang bergerak melebihi kecepatan cahaya. Sepertinya tidak masuk akal.

Hari ini, kita mendengar kabar ada sesuatu yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya. Jika benar maka teori Einstein perlu revisi besar-besaran. Dunia yang kita lihat akan berbeda dengan yang pernah kita lihat.

Seperti apakah gerangan?

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

Posted in sosial | Tagged , , , | 3 Comments

Berhati-hatilah dengan Harga Murah

Pengalaman ini akhirnya saya temui juga. Apakah Anda pernah mengalaminya juga? Harga murah bergeser menjadi murahan.

Saya termasuk orang yang hati-hati. Tapi terpeleset juga. Semoga teman-teman tidak mengalami kesulitan yang sama dengan saya ini.

Awalnya semua berjalan lancar, sampai malam minggu kemarin. Saya mengantar tamu saya sekeluarga ke penginapan Puri Teh yang sudah saya pesankan sejak 2 hari sebelumnya. Suasana Bandung yang sejuk menambah suasana Puri Teh lebih indah. Saya memilih Puri Teh karena dekat dengan rumah saya yang di Bandung bagian utara.

Sampai halaman Puri Teh kami turun menuju lobi. Kami hendak cek in.

“Maaf Pak, kamar penuh,” kata petugas.
“Kami sudah memesan sejak Kamis kemarin,” kilah saya.
“Atas nama siapa ya?”
“Atas nama Mbak Tari.”
“Tidak ada dalam catatan pemesanan kami!” jelas petugas Puri Teh.

Deg, dalam hati saya. Malam minggu seperti ini mencari alternatif penginapan di Bandung tidak mudah. Semua penginapan di Bandung biasanya sudah penuh sesak sejak jumat atau sabtu. Tamu saya sekeluarga juga sudah terlihat lelah. Jam di dinding sudah menunjukan menuju jam 10 malam.

Di sela-sela keributan kecil itu, tampak berdatangan beberapa tamu lagi yang hendak menginap di Puri Teh. Tetapi kamar memang habis. Mereka harus pergi lagi. Petugas Puri Teh bersikeras bahwa mereka tidak menerima pemesanan kamar dari kami. Lebih parah lagi memang semua kamar sudah terisi penuh. Jadi seandainya kami memang sudah memesan juga tidak bisa apa-apa. Tidak mungkin mereka mengusir tamu yang sedang di kamar.

Saya telepon Mbak Tari, tim saya yang bertugas memesan kamar di Puri Teh. Mbak Tari datang menunjukkan kuitansi pemesanan. Petugas membaca kuitansi dan memang sah. Tertanda penerima uang di kuitansi adalah Aceng. Petugas Puri Teh kemudian menelepon Aceng. Terlihat terjadi keributan di telepon antara mereka. Lalu pembicaraan telepon diserahkan ke Mbak Tari. Keributan semakin menjadi.

“Saya menduga Aceng mempunyai niat tidak baik!”
“Maksudnya?” tanya petugas Puri Teh.
“Aceng bersedia menerima uang pemesanan kami. Tapi Aceng tidak mencatat pemesanan kami di buku pemesanan. Aceng berharap kami tidak muncul lagi dan uang pemesanan itu masuk kantong pribadi Aceng.”
“Ooo…” petugas Puri Teh bengong.

Tidak ada solusi. Aceng yang berjanji akan datang ke Puri Teh untuk meneyelesaikan masalah tidak kunjung datang juga. Tamu saya lelah dan mengantuk.

Puri Teh tidak hanya murah tetapi sudah menjadi murahan.

Bagaimana pun malam minggu ini harus kami nikmati dengan sebaik-baiknya. Pasti bisa!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
aGus NGGERmanto

Posted in sosial | Tagged , , , | Leave a comment